Selasa, 03 Maret 2015

INVESTASI VS. KONSUMSI

Investasi dan Konsumsi seringkali diperdebatkan dalam masyarakat kita. Saat ini, sebagian besar dari kita lebih mementingkan konsumsi, dengan anggapan bahwa investasi itu mahal dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kaya, mereka lebih mengutamakan konsumsi tanpa sedikitpun menyisihkan uangnya untuk investasi.

Dibawah ini gambaran keluarga dalam masyarakat kita :

Sebuah keluarga A berdomisili di daerah perkotaan. Keluarga ini terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Pendapatan utama keluarga ini berasal dari sang Ayah yang bekerja sebagai salah satu manajer di perusahaan swasta. Sang Ibu bekerja di sebuah toko di dekat rumahnya. Total pendapatan keluarga ini per bulannya mencapai 15 juta rupiah. Dua anak mereka berstatus pelajar, anak pertama pelajar SMA sedangkan si bungsu SMP.
Kehidupan sehari-hari mereka dijalani tanpa adanya perencanaan finansial. Sang Ayah memiliki cicilan mobil dan rumah yang mengambil porsi hampir 30 persen dari pendapatan total rumah tangga. Pengeluaran rutin untuk belanja sehari-hari menempati porsi 50 persen sedangkan sisanya adalah untuk biaya pendidikan anak mereka. Arus kas keluarga A mengalir deras, dari saat gajian sampai akhir bulan selalu bersih tak bersisa.
Keluarga A ini belum memikirkan bagaimana perencanaan keuangan masa depan mereka. Mereka tidak menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung apalagi diinvestasikan. Mereka lebih banyak mengeluarkan uang pada hal-hal yang konsumtif. Pendapatan rumah tangga banyak mengalir untuk membiayai gaya hidup hura-hura. Suatu saat, kepala rumah tangga mengalami musibah. Dia dipecat dari perusahaannya. Dia hanya menerima uang pesangon. Otomatis pembiayaan hidup sehari-hari bergantung pada istrinya yang tidak seberapa. Pesangon pun hanya bisa meng-cover keuangan untuk jangka waktu pendek.  Akhirnya, mereka terjerat hutang yang lama-kelamaan menghancurkan keluarga mereka.

Sementara itu, keluarga B adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan 2 anak juga. Perbedaannya, keluarga B merupakan keluarga yang sadar bagaimana merencanakan dan mengelola keuangan rumah tangga. Kepala keluarga bekerja sebagai manajer di perusahaan dan istrinya juga bekerja. Pendapatan total rumah tangga tiap bulan 10 juta rupiah. Setiap bulan, keluarga ini mengeluarkan pembayaran sebesar 20 persen untuk cicilan rumah, belanja sehari-hari dianggarkan hanya 40 persen, 20 persen untuk pendidikan anak-anak, sedangkan sisanya 15 persen diinvestasikan pada beberapa produk investasi dan 5 persen dialokasikan untuk amal sedekah.
Bertahun-tahun mereka sabar mengalokasikan secara rutin untuk berinvestasi. Hal ini menyebabkan pendapatan pasif melampaui pendapatan aktif yang mereka dapatkan dari bekerja. Suatu ketika, keluarga ini mendapatkan musibah. Sang Ayah kehilangan pekerjaannya. Akan tetapi, keluarga ini tidak merasa gusar. Mereka masih bisa hidup sewajarnya dari pendapatan hasil investasi bertahun-tahun.

Gambaran di atas adalah contoh sederhana yang terjadi di dalam masyarakat kita. Banyak dari kita yang masih belum memahami dan melakukan apa yang disebut sadar finansial. Kita lebih tergoda untuk memuaskan keinginan-keinginan lebih dari apa yang dibutuhkan. Pengeluaran untuk konsumsi terkadang berlebihan sehingga tanpa terkontrol menguras kantong kita. Konsumsi memang menyenangkan walaupun efeknya sesaat. Di sisi lain, investasi tidak memuaskan dalam jangka pendek.
Investasi ditujukan untuk memberikan kebahagiaan jangka panjang. Investasi membuka ruang lebih luas terhadap masa depan yang lebih baik.

Jika Anda adalah orang yang memimpikan kebebasan finansial di masa depan, maka cermatlah terhadap kondisi keuangan Anda saat ini dengan melakukan perencanaan dan pengelolaan dengan bijak. Bersahabatlah dengan investasi dengan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan Anda.

Mari kita lihat lebih rinci apa saja fungsi Investasi bagi kita :

1.      Menciptakan Gaya Hidup
Berhemat memang sulit, apalagi jika harga-harga kebutuhan semakin meningkat. Mulailah menyisihkan penghasilan Anda ke dalam bentuk investasi. Investasi dapat menjadi pendorong gaya hidup hemat. Disiplinkan diri setiap menerima gaji langsung dipotong membeli investasi.

2.      Simpanan untuk Masa Tua
Harap diingat bahwa kita hidup masih akan sangat lama. Hidup kita akan jauh lebih bahagia di masa tua bila memiliki simpanan yang bisa dinikmati untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan berinvestasi akan menjamin kelangsungan hidup kita di masa mendatang. Hasil investasi tidak akan kita nikmati dalam waktu singkat, namun dengan sengaja kita simpan untuk dinikmati saat masa tua.
Usahakan untuk tidak mengambil hasil investasi sebelum masa pensiun tiba.

3.    Jaminan Pendapatan tetap
Sudah hal yang lumrah bagi seorang investor saat ia menanamkan modalnya maka akan mendapat laba. Dengan memiliki investasi, seorang investor akan memiliki jaminan untuk memperoleh keuntungan dari investasi yang dibelinya di masa lampau. Seiring berjalannya waktu, nilai investasi tersebut akan naik dari tahun ke tahun. Dengan kata lain, investasi tersebut bisa menghasilkan uang sendiri tanpa perlu kerja keras karena keuntungannya sudah terakumulasi.

4.      Menciptakan Kebahagiaan Keluarga
Hasil investasi akan berkembang sejalan dengan waktu, bayangkan jika di umur 23 di saat memasuki dunia kerja, Anda sudah mulai berinvestasi. Keuntungan Anda dalam 20 tahun mendatang tentu sudah berlipat dan tak perlu lagi pusing memikirkan biaya pendidikan anak, kesehatan istri, atau rencana liburan keluarga.
Sebab, hasil dari investasi Anda di masa muda tadi sudah menghasilkan keuntungan berlipat. Anda pun selalu siap biaya di kala keluarga ada yang sakit atau meninggal. Kebahagiaan keluarga dapat terjamin dengan berinvestasi.

5.     Terhindar dari Jeratan Utang
Saat Anda memutuskan untuk berinvestasi otomatis penghasilan Anda akan terfokus pada hal tersebut. Keputusan tersebut membuat Anda akan lebih sering menggulirkan uang untuk investasi daripada membeli barang-barang seperti pakaian, sepatu, bahkan gadget. Kartu Kredit pun aman terkendali di saat uang Anda lebih royal dipakai untuk membeli aset-aset investasi.

6.      Melindungi nilai aset dari pengaruh inflasi
Data menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir inflasi di Indonesia mencapai 29,52%. Seandainya saja Anda belum memulai investasi, maka uang yang dimiliki bisa tergerus nilainya sebesar inflasi yang terjadi. Dengan menaruh uang Anda pada instrumen investasi, maka nilai uang Anda tidak akan tergerus, justru suatu saat akan meningkat hasilnya.

Kendala yang dihadapi oleh masyarakat kita adalah rendahnya tingkat penghasilan sehingga untuk mengalokasikan sebagian penghasilannya ke dalam investasi sangat terasa memberatkan. Meskipun orang tersebut sudah sadar perlunya Investasi.

Sehingga bila tidak dicarikan solusi, sangat dikawatirkan beberapa dekade kedepan akan terjadi penambahan jumlah rakyat miskin yang signifikan, hal ini tentu akan sangat mengganggu jalannya pembangungan karena peningkatan kemiskinan akan menjadi beban.

Melihat kondisi tersebut, PT. AJ. CENTRAL ASIA RAYA menawarkan sebuah program yang komprehensif. Disatu sisi masyarakat bisa berinvestasi tanpa merasa berat, disisi lain memberikan suatu solusi bagi pencegahan pertumbuhan kemiskinan bahkan mendorong kearah sebaliknya yaitu menciptakan kesejahteraan bangsa.

Program tersebut kita kenal dengan 3i-Network.

Program ini mendidik kita untuk disiplin berinvestasi rutin secara bulanan cukup selama 5 tahun saja.
Untuk ikut dalam program ini, Anda hanya memerlukan modal awal sebesar Rp. 400.000,-, dimana Rp. 50.000,- untuk administrasi dan Rp. 350.000,- sebagai investasi bulan pertama.

Mari kita kupas :

3i-Network : Insurance – Investment – Income – Network

Sebagai ilustrasi kita asumsikan Anda berusia 30 tahun saat mulai berinvestasi melalui program 3i-Network. Anda akan memperoleh manfaat sbb :

1.    Uang Pertanggungan Jiwa sebesar Rp. 21.000.000,- hingga usia 74 tahun.

2.    Nilai Investasi yang terus berkembang sbb :
     - Usia 34 nilai investasi : Rp.      24.000.000,-
     - Usia 35 nilai investasi : Rp.      29.000.000,-
     - Usia 40 nilai investasi : Rp.      59.000.000,-
     - Usia 45 nilai investasi : Rp.    170.000.000,-
     - Usia 50 nilai investasi : Rp.    420.000.000,-
     - Usia 55 nilai investasi : Rp. 1.000.000.000,-

3.    Potensi penghasilan bila Anda membantu 3 orang saja untuk mengikuti program ini.

Level
Jumlah
Potensi Income ± Rp
1
3
200.000 s/d 250.000
2
9
600.000 s/d 700.000
3
27
1.800.000 s/d 2.200.000
4
81
4.200.000 s/d 5.000.000
5
243
10.000.000 s/d 11.000.000
6
729
30.000.000 s/d 35.000.000
7
2187
80.000.000 s/d 100.000.000
8
6561
250.000.000 s/d 300.000.000
9
19683
500.000.000 s/d 600.000.000
10
59049
1 MILYARD


Potensi income tersebut dari mana?

Ada 5 macam potensi income yang diberikan kepada Anda, yaitu :

1.    Bonus Refferensi
Untuk satu kali Anda mereferensi nasabah baru, Anda mendapat bonus referensi selama 3 tahun dengan besaran sbb :
Tahun I            : 14,29% x Pembayaran premi perbulan
Tahun II           :   7,14% x Pembayaran premi perbulan
Tahun III          :   3,57% x Pembayaran premi perbulan
2.    Bonus Elit
3.    Bonus Posisi
4.    Bonus Level
5.    Bonus Royalti Omset

Dapat disimpulkan bahwa kendala tidak bisa melakukan investasi karena kecilnya penghasilan tidak berlaku disini, seseorang hanya perlu menyisihkan modal diawal dan setelahnya investasi bulanannya dapat ditutup dari bonus yang diterimanya.



Segera hubungi kami untuk mendapatkan kesempatan emas ini.

Salam Sejahtera,

Sunu : 0812-118-7868
s.pastadi@gmail.com